Demo Di Aceh Ingin Turun Bendera Merah Putih Diganti Bendera Bulan Bintang

Demo Di Aceh Ingin Turun Bendera Merah Putih Diganti Bendera Bulan Bintang – Polda Aceh memaparkan urutan ricuhnya demonstrasi di DPR Aceh yang berbuntut pemukulan Ketua Komisi I Azhari Cage. Menurut polisi, kekacauan berlangsung sebab pendemonstrasi ingin turunkan bendera merah putih serta ganti dengan bulan bintang.

“Di tindakan itu, sudah sempat berlangsung dikit kekacauan. Dari pendemonstrasi itu sudah sempat memaksakan turunkan bendera merah putih serta dihindari oleh anggota,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Ery Apriyono dalam pertemuan wartawan di Mapolda Aceh, Minggu (18/8/2019).

Tindakan demonstrasi diadakan mahasiswa dari beberapa universitas di muka Kantor DPR Aceh pada Kamis (15/8) tempo hari. Awalannya, tindakan berjalan teratur. Mendekati sore, demonstrasi mulai beralih.

Menurut Ery, mahasiswa waktu itu ingin mengibarkan bendera bulan bintang di tiang bendera di muka gedung DPR. Dalam tindakan itu, mahasiswa berupaya turunkan bendera merah putih.

“Tindakan itu tidak mempunyai STTP atau izin hingga berlangsung dikit keribuban hingga memaksakan anggota polisi membuyarkan tindakan demonstrasi. Hal tersebut sebab mereka ingin memaksakan turunkan bendera merah putih yang berada di kantor DPR Aceh serta ingin meningkatkan bendera bulan bintang,” jelas Ery.

Aksi turunkan bendera merah putih serta mengibarkan bulan bintang, jelas Ery, terhitung penghinaan pada bendera negara, merongrong kewibaan negara, serta berbuat tidak etis harga diri Ibu Pertiwi. Polisi dalam soal itu telah bertindak persuasif dengan membuyarkan paksa tindakan massa.

Ery menerangkan, bendera merah putih ialah bendera Indonesia yang ditata oleh Undang-undang. Sesaat bendera bulan bintang yakni bendera bendera yang sudah pernah dipakai Pergerakan Aceh Merdeka (GAM) waktu perselisihan dahulu.

“Bendera itu ialah bendera separatis yang disebut dengan ekspisit serta implisit dalam ketentuan pemerintah No 77 Tahun 2007. Diluar itu qanun bendera Aceh serta simbol Aceh sudah dikerjakan penangguhan oleh Menteri Dalam Negeri dalam Surat Nomer: 188.34/2723/SJ tertanggal 26 Juli 2016 yang diperuntukkan Pada Presiden Republik Indonesia,” papar Ery.

Nah waktu pembubaran tindakan demonstrasi itu, Azhari yang ingin melerai dorong-dorongan disangka dipukul beberapa pelaku polisi. Waktu itu, polisi sempat juga amankan lima mahasiswa serta dicheck di Mapolresta Banda Aceh.

Selesai kejadian pemukulan, Azhari membuat laporan ke Mapolda Aceh. Masalah itu masih juga dalam penyidikan serta polisi telah mengecek sembilan orang saksi, enam salah satunya anggota polisi.

Ery akui Polda Aceh akan menginvestigasi selesai masalah itu. Polisi cari ‘sutradara’ demonstrasi yang mengibarkan bendera bulan bintang.

“Polda Aceh akan menginvestigasi selesai demonstrasi itu sesuai dengan ketentuan yang berlaku terhitung cari aktor cendekiawan yang men-setting serta membuat skenario demonstrasi meningkatkan bendera bulan serta turunkan bendera merah putih,” jelasnya.