Inilah 3 Sebab Quique Setien Tak Layak Melatih Barca

Inilah 3 Sebab Quique Setien Tak Layak Melatih Barca – Klub super La Liga, Barcelona mengambil keputusan mendepak sang instruktur, Ernesto Valverde, Selasa (14/1/2020) dini hari WIB. keputusan manajemen El Barca memecat Valverde diperoleh seusai Lionel Messi Agen Judi dkk banyak meraih hasil buruk.

Belum lama ini, Ernesto Valverde kalah pada kompetisi Piala Super Spanyol yang digelar di Arab Saudi. dengan cara memberi aib Barcelona tergusur di semifinal game week lalu.

Blaugrana dipaksa mengiakan keunggulan Atletico Madrid dengan 2-3. Hasil tersebut membuat El Barca kalah melenggang ke derby puncak buat menantang Real Madrid.

Sesudah memecat Ernesto Valverde, Barcelona langsung menunjuk eks mentor Real Betis, Quique Setien, menjadi juru siasat Lionel Messi cs.

Agen Bola – Barcelona mengikat instruktur berusia 61 tahun itu hingga dua setengah tahun ke depan ataupun hingga 30 Juni 2022. sekarang, banyak yang menginginkan Setien dapat mengasih transformasi besar terhadap permainan Barcelona.

Namun, apakah Quique Setien persona yang akurat menukangi El Barca? Namanya yang belum amat kondang membikin banyak orang bersoal.

Bola.com akan mendiskusikan 3 dasar Quique Setien tidak figur yang tepat menukangi Barcelona, semacam dikabarkan dari Sportskeeda, Selasa (14/1/2020).

1. Belum Pernah Sukses Bersama Klub Sebesar Barcelona
Quique Setien mengawali profesi kepelatihan pada 2001. kala itu, Setien diakui menjadi juru strategi Racing Santander.

Bersama Santander, Setien sukses membawa klub tersebut promosi ke tingkatan tertinggi Liga Spanyol. seusai itu, http://167.114.18.212/~win88biz/ Setien mengungsi ke Poli Ejido dan juga seterusnya Equatorial Guinea.

Berikutnya pada 2007, Setien dipercaya menukangi CD Logrones sepanjang setahun. sesudah itu instruktur berumur 61 tahun tersebut menangani klub tutur kedua Spanyol, CD Lugo.

Pada 2015, Setien melatih klub La Liga, Las Palmas. seusai dua tahun bersama Las Palmas, Setien meneruskan petualangannya bareng klub La Liga lainnya, Real Betis.

Pada season pertamanya, Setien sukses membawa Betis lolos ke Liga Europa dan juga meluncur ke semifinal Copa del Rey.

Sayang, pada season kedua, ikatan Setien dengan manajemen klub Judi Bola Sbobet memburuk jadi dipecat kendati pada hakikatnya terikat kontrak tiga tahun.

2. Belum Pernah Dapat Penghargaan Sebagai Pelatih
Meraih gelar pemenang saat jadi instruktur bukan sebuah yang mudah. Ha tersebutlah yang membikin beberapa manajer seperti halnya Jose Mourinho ataupun Pep Guardiola banyak dicari klub-klub Eropa.

Apalagi kalau pelatih itu menukangi klub besar semacam Barcelona atau Real Madrid. memenangi satu buah ajang bergengsi yakni sebuah keharusan.

Di kubu lain, Quique Setien belum sudah pernah menang satu penghargaan juga sepanjang berkarier selaku pelatih. lebih-lebih, ketika membuat pemain performa terbaiknya cuma mendapatkan titel Supercopa de Espana bareng Atletico Madrid pada 1985.

Mestinya mesti diakui, Setien belum betul-betul siap jika diberi beban memperoleh titel Liga Champions dengan Barcelona. Apalagi bila satu di antar alasan utama pencopotan Judi Bola Maxbet Ernesto Valverde sebab tidak berhasil meraih kemenangan Liga Champions.

Tidak cuma belum sempat memenangi piala, Setien belum sudah pernah mengatasi pemain-pemain besar seperti Lionel Messi, Luis Suarez, Gerrard Pique ataupun Antoine Griezmann.

3. Bukan Opsi Utama
Mungkin banyak yang gak mengira Barcelona hendak menunjuk Quique Setien menjadi pelatih yang pergantian Ernesto Valverde. alasannya, dalam sejumlah hari sebelum penunjukkan Setien, legenda Barcelona, Xavi Hernandes diinformasikan bakal menjadi juru strategi Lionel Messi dkk.

Cara Daftar Sbobet – Tak hanya Xavi, eks instruktur Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino dihubungkan hendak mengungsi ke Camp Nou. lamun, pada akhirnya manajemen El Barca menunjuk Quique Setien.

Pelatih yang sanggup disebut belum ahli menakhodai klub besar setimbang Barcelona. hal itu lah yang membikin banyak fans Barcelona masih meragukan kapasitas Setien.

Apalagi jika dibandingkan dengan rivalnya di La Liga, Real Madrid. Klub yang berpangkalan di Santiago Barnebeu itu punya gaya permainan bagus ketika dilatih Zinedine Zidane.

Tapi, saat Zidane memundurkan diri pada musim panas 2018, manajer pengganti, Julen Lupetgui cuma bertahan selagi empat bulan. seterusnya Santiago Solari cuma bertahan selagi 133 hari.

Pada akibatnya, Real Madrid kembali menunjuk Zidane selaku http://167.114.18.192/~m828bet/ juru strategi klub.