ISIS Telah Ada Itu Perseteruan

ISIS Telah Ada Itu Perseteruan – Dubes Indonesia di Suriah Djoko Harjanto bercerita bagaimana mengerikannya hidup di lokasi perseteruan. Ia tiap-tiap hari dengar dentuman bom serta bunyi tembakan gak henti-henti.

Djoko mulai ceritanya dari eksisnya pasukan bersenjata bernama free army pada 2011 waktu lalu. Free army merupakan beberapa orang bersenjata anti-pemerintah serta berubah menjadi cikal bakalan gejolak perseteruan di Suriah.

“Lalu ada demonstrasi, ada beberapa pihak oposisi yang bisa senjata lalu berceceran ke mana-mana. Lalu berkobar sebegitu kuatnya, banyak pemberontak itu namanya free army,” kata Djoko dalam ‘Seminar Berkebangsaan: Janganlah Suriahkan Indonesia’ di Hotel Grand Kemang, Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018).

Djoko memaparkan, selesai Free Army lalu muncul Al Musro, serta tahun 2013 muncul ISIS. Ia terasa bertanya-tanya bagaimana dapat amat banyak pihak yang terbius untuk turut ISIS.

“Sampai hampir 2014 akhir ISIS telah ada itu perseteruan, mengagumkan, saya masuk perang, pekerjaan penting saya jadi duta besar, membuat perlindungan TKI, Mahasiswa serta staf kedutaan,” papar Djoko.

“Disaat 2015 saya masuk Aleppo, bukan lantaran berani, tetapi membuat perlindungan rakyat kita disana, banyak jugaTKI, mereka dibutuhkan perlindungan. Itu Tidak semenit lantas berhenti itu mortir, senapan, AK47 bahkan juga bom,” katanya.

Pembicara berbeda di seminar itu merupakan Syekh Adnan Al Afyouni asal Suriah. Syekh Adnan memuji pada Indonesia, utamanya pelajar Indonesia di Suriah.

“Serta sampai hingga sekarang pelajar Indonesia masih di Suriah. Indonesia baik diplomasi yang dimainkan oleh pemerintah atau pelajar, membuat kami berkesan untuk negara Suriah, terlebih untuk warga Suriah. Kami menyukai Indonesia dikarenakan kami menyaksikan kesatuan, ciri-ciri kesopanan, serta kebaikan, serta kami hadir kesini lantaran akhlak dari pelajar Indonesia. Lantaran itu kecintaan saya pada Indonesia merupakan kecintaan teman dekat sejati,” paparnya.

Syekh Adnan ikut menceritakan dikit perihal perseteruan yang berlangsung di negaranya. Menurut dia, perseteruan berlangsung terlebih lantaran terdapatnya propaganda agama.

“Sela yang digunakan oleh mereka untuk bikin krisis mainkan sela agama, dengan mainkan propaganda agama, di masjid mainkan propaganda agama untuk memecah irislah,” papar Syekh Adnan.

“Di Suriah pendidikan itu gratis dimulai dengan sekolah basic sampai kuliah. Di Suriah kesehatan gratis untuk semua tingkatan serta rumah sakit, semuanya yang tersangkut keperluan inti dipenuhi dengan pemerintah. Tidak lagi ada yang dapat dimainkan di Suriah terkecuali sela agama, mereka kerjakan fitnah lewat agama,” tuturnya.