Kegiatan Tambang Di Sekitar Pemukiman Warga Sebabkan Jalan Longsor Di Kaltim

Kegiatan Tambang Di Sekitar Pemukiman Warga Sebabkan Jalan Longsor Di Kaltim – Lima rumah di Sangasanga, Kutai Kartanegara, ambruk selesai tubuh jalan poros longsor tadi siang. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur memandang, longsor itu dikarenakan kegiatan tambang batubara yang dekat dengan permukiman masyarakat.

“Lima rumah terbenam, ambles serta hancur. Akses jalan dari Sangasanga ke Muara Jawa, terputus,” kata Dinamisator Jatam Kalimantan timur, Pradarma Rupang dalam info tercatat di terima merdeka.com, Kamis (29/11) malam.

Dalam catatan Jatam Kalimantan timur, putusnya jalan di Sangasanga sempat juga berlangsung 5 November 2013. Beberapa aktivis lingkungan mencela kegiatan tambang yang menyebabkan lima rumah ambruk serta putusnya tubuh jalan itu.

“Ini menjadi akibatnya karena kegiatan pertambangan yang begitu dekat dari permukiman masyarakat, dan sarana umum,” tutur Rupang.

Dari pencarian Jatam Kalimantan timur, perusahaan tambang tidak berhasil mengaplikasikan pertambangan yang benar, yang semestinya tidak membahayakan keselamatan publik serta tidak mengakibatkan kerusakan sarana dan sekitar lingkungan.

“Berdasar pada ketetapan jarak, perusahaan telah melanggar. Hasil penemuan team Jatam, jarak pada kegiatan galian tambang dengan jalan publik, kira-kira 100 mtr.,” jelas Rupang.

Jatam ikut menyebutkan dari bukti jarak tambang itu, perusahaan sudah melanggar 3 ketentuan yaitu Permen Lingkungan Hidup No 04/2012 mengenai Tanda Ramah Lingkungan untuk Usaha serta Atau Pekerjaan Penambangan Terbuka Batubara.

“Ikut Perda Nomer 01 Tahun 2016 mengenai gagasan tata ruangan lokasi tentang jarak minimum kegiatan tambang 1 km. dari permukiman paling dekat. Serta,
Perda Kabupaten Kutai Kartanegara No 02 tahun 2013 mengenai Pengendalian Pertambangan Mineral serta Batubara,” jelas Rupang.

“Karena itu, kami menekan supaya perusahaan diberikan sangsi tegas tidak hanya administras, akan tetapi ikut sangsi yang sangat berat sekalinya. Termasuk juga pencabutan izin. Itu berdasar pada UU Nomer 32 Tahun 2009 mengenai Perlindugan serta Pengendalian Lingkungan Hidup masalah 80 ayat 2,” kata Rupang.

Didapati, masyarakat RT 09 kelurahan Kampung Jawa, Sangasanga, dikagetkan dengan longsor yang mengskibatkan tubuh jalan hampir putus sekira jam 14.00 Wita barusan. Empat rumah ambruk waktu itu. Akan tetapi sore barusan 1 rumah kembali ambruk. Polisi menyebutkan tidak ada korban jiwa dari momen itu