Lebih Hati-hati Dalam Kelola Anggaran Saat BPK Ke Menteri Parpol

Lebih Hati-hati Dalam Kelola Anggaran Saat BPK Ke Menteri Parpol – Presiden Joko Widodo (Jokowi) sah melantik Menteri pengisi Kabinet Indonesia maju tempo hari. Dalam Kabinet Indonesia Maju ini, susunan menterinya 53% dari golongan profesional, serta 47% dari golongan parpol (partai politik) .

Selanjutnya, menteri-menteri itu mesti menekuni tugas-tugasnya sesuai bagian semasing, serta mengatur budget pemerintah yang udah diputuskan.

Sebab itu, Anggota Tubuh Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Achsanul Qosasi mengemukakan banyak pesan buat menteri-menteri itu baik yang dari golongan partai politik, ataupun dari golongan profesional dalam soal pengendalian APBN.

” Kalaupun menteri-menteri dari partai politik ini ya tentu saja pemakaian alokasi budget itu mesti berhati-hati. Jangan pernah ada kepentingan-kepentingan politik disana. Lantaran ini ialah keperluan budget buat negara, bukan negara buat partai politik, ” tegas Achsanul selesai hadiri pengucapan sumpah jabatan Ketua serta Wakil Ketua BPK RI periode 2019-2024, di Gedung Mahkamah Agung (MA) , Jakarta, Kamis (24/10/2019) .

Dan, buat menteri dari golongan profesional, Achsanul memberikan pesan supaya pelajari birokrasi pemerintah secara baik. Hingga, dalam pengelola APBN juga bisa berjalan dengan efektif.

” Menteri-menteri baru itu saat ini semakin banyak dari golongan profesional. Nah mereka terkadang terkendala di tataran birokrasi. Ini kan kasusnya. Jadi saya mengharapkan tentu saja beberapa menteri yang masih pula dalam tataran birokrasi ini, yang tentu saja mereka terkejut dengan birokrasi kita, itu mesti di nikmati serta dipelajari, ” kata Achsanul.

Dia menuturkan, beberapa menteri yang dari golongan profesional itu butuh memotong aturan-aturan yang tak berguna.

” Pangkaslah SOP (Standard operasional langkah) yang tak berguna. Lantas ya mesti turun ke bawah buat mengamati. Lantaran memang birokrasi kita ini di rezim tatanan negara penuh dengan peraturan. Serta yang difungsikan ialah uang rakyat, penuh dengan peraturan, ” jelas ia.