Pihak Keluarga terasa terpukul karenanya ada berita itu

Pihak Keluarga terasa terpukul karenanya ada berita itu – Kerajaan Arab Saudi melaksanakan mati Tuti Tursilawati (33), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Keluarga Tuti menyayangkan eksekusi itu karena tidaklah ada pemberitahuan lebih dahulu.

Pihak keluarga terasa terpukul karenanya ada berita itu. Ibu Tuti, Iti Sarniti, serta keluarganya, malas dijumpai wartawan karena masihlah shock. Tuti hendak memutuskan buat pergi ke Arab Saudi pada 2009 kemarin. Tapi, Tuti menjumpai jalan curam sampai terperangkap perkara gugatan pembunuhan majikannya, Suud Malhaq Al Utibi, di Kota Thaif, yang berjarak 87 km. dari Kota Mekah, pada 11 Mei 2010.

KJRI Jeddah memberikannya pendampingan pada Tuti waktu melakukan jaman penahanan. Diluar itu, Iti seringkali melihat Tuti di Arab Saudi.

“Bu Iti itu telah 3 kali ke Arab. Pemerintah memfasilitasi pertemuan pada Bu Iti serta Tuti sebelum pihak sana (Arab Saudi) melaksanakan. Paling akhir itu tahun ini Bu Iti kesana,” kata Kepala Desa Cikeusik Jaenudin waktu dijumpai di tempat tinggal Tuti, Blok Manis, Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa (30/10/2018).

Sepanjang proses penahanan, Jaenudin memaparkan, pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan pihak Arab Saudi berkaitan perkara yang menerpa Tuti. Tapi, katanya, pihak keluarga menyayangkan gak terdapatnya pemberitahuan lebih dahulu terkait eksekusi mati yang menerpa.

“Saya mewakili keluarga, amat disesalkan. Harusnya ada pemberitahuan. Sepanjang proses negosiasi itu saya kerap memperoleh info dari pihak Kemenlu serta BNP2TKI, kami kerap dilibatkan,” tuturnya.

Selesai memperoleh info eksekusi mati Tuti, pihak keluarga langsung menyelenggarakan tahlilan. “Barusan langsung tahlilan. Kami serta keluarga meminta maaf sedalam-dalamnya, mudah-mudahan amal beribadah almarhum di terima disamping Allah,” kata Jaenudin.