Polda Sumut Berhasil Amankan Tersangka Penyelundupan Satwa Langka

Polda Sumut Berhasil Amankan Tersangka Penyelundupan Satwa Langka  – Polisi menggagalkan perdagangan 16 ekor burung dilindungi di Sumut. Sebagian besar satwa itu bukan endemik daerah ini.

Ke-16 burung yang diambil alih terbagi dalam: 5 ekor burung kakaktua raja (Probosciger atterimus), 5 ekor kesturi raja atau nuri kebare (Psittchas fulgidus), seekor ramgkong papan atau enggang papan (Bucerus bicornis), seekor kakaktua maluku (Cacatua moluccensis), seekor kakaktua jambul kuning (Cacatua sulpurea), serta 3 ekor juvenil burung kasuari kelambir ganda (Casuarius casuarius). Segalanya dilindungi undang-undang.

“Dari semua burung itu, cuma satu ekor yang datang dari Sumatera Utara ialah burung rangkong papan, selebihnya ini berasal di luar Sumatera Utara, dari Indonesia Timur, ada Maluku serta Papua,” kata Kombes Ronny Samtana, Direktur Reserse Kriminil Teristimewa Polda Sumut, Selasa (26/2).

Satwa dilindungi itu didapati dijaga serta dikira bakal di jual dua terduga, yaitu Robby (37) serta Adil Aulia (28). Kedua-duanya penduduk Jalan Komodor Laut Yos Sudarso, Kelurahan Mabar Lingkungan I, Medan Deli.

Polisi baru mengamankan terduga Adil. Sesaat Robby belum pula diketemukan. “R ini sebenarnya yaitu aktor lama dari peredaran burung langka di Sumatera Utara. Sekarang kami tengah lakukan pengejaran pada inisial R ini,” jelas Ronny.

Menyaksikan dari tipe satwa yang diambil alih, Ronny menerka peredaran satwa ini libatkan jaringan besar. Sebab itu Polda Sumut masih tetap mendalaminya, termasuk juga mencari tahu dari tempat mana beberapa aktor dapatkan burung-burung dilindungi itu.

“Hasil dari pengungkapan ini kami menerka jika Sumatera Utara, terutama Kota Medan, sekarang tidak sekedar jadi sumber hewan langka, burung langka, tetapi pun jadi arah peredaran hewan langka atau burung langka di Indonesia, bahkan bisa saja jadi tempat transit ke negara berbeda,” ucap Ronny.

Pengungkapan perkara ini bermula dari kabar dari warga jika di Jalan Komodor Laut Yos Sudarso ada beberapa hewan langka yang dipunyai seorang. Kabar itu lantas dilakukan tindakan team teristimewa Polda Sumut dengan bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.

Kala tempat dianggap didatangi, petugas menemukannya beberapa burung langka yang dikuasai Ronny serta Adil. Mereka tidak mempunyai basic hukum maupun kewenangan pelihara atau memperjualbelikan satwa langka itu.

Sekarang, Adil masih tetap diolah di Mapolda Sumut. “Kami pun lakukan peningkatan dari tempat mana yang terkait dapatkan hewan-hewan ini,” jelas Rony.

Sesaat ke-15 ekor burung yang diambil alih bakal direhabilitasi di instansi konservasi yang berada pada Sumut. Sehabis di rasa sangat mungkin, seluruh bakal dilepasliarkan.

“Umumnya jika udah sehat kita launching ke alam, tetapi mengingat ini pun bukan endemik Sumatera Utara, peluang kami sehatkan dahulu … kita bakal kontak BKSDA sehubungan, yaitu Papua atau Maluku, untuk dapat dikembalikan ke alam,” tambah Hotmauli Sianturo, Kepala BBKSDA Sumut.