Home / Berita Umum / Situng KPU Bengkulu Prabowo Menang, Kubu 02 Bandingkan Dengan Quick Count

Situng KPU Bengkulu Prabowo Menang, Kubu 02 Bandingkan Dengan Quick Count

Situng KPU Bengkulu Prabowo Menang, Kubu 02 Bandingkan Dengan Quick Count – Kalkulasi nada Pemilihan presiden 2019 di Propinsi Bengkulu menggapai 99,9 %. Hasilnya Calon Presiden-Calon Wakil Presiden 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno unggul tipis di angka 50,13 % atas pasangan calon 01, Joko Widodo- Ma’ruf Amin yg mencapai nada 49,87 %.

Soal ini memantik komentar dari simpatisan 02. Politikus tim 02 yg awal mulanya menyangsikan hasil kalkulasi (Situng) KPU ramai-ramai menyuport hasil perolehan nada, berdasar pada rekapitulasi nada KPU Bengkulu itu.

Seperti politisi senior Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) Hidayat Nur Wahid yg mencuitkan Situng KPU lewat halaman Twitter di account pribadinya, @hnwahid.

“Kemenangan Prabowo-Sandi vs Real Count KPU di Bengkulu. Calon presiden 02 : 50,12%, serta calon presiden 01 : 49.88%. Itu tidak sama prinsip serta angka yg jauh dengan pengumpulan quick count oleh lembaga-lembaga survey : Calon presiden 01 menang dengan 58,78%, calon presiden 02 cuma dikasih : 41,22%.”

“Jadi?” lanjut Wakil Ketua Majelis Syura PKS itu.

Meski sebenarnya beberapa saat awal mulanya, HNW menyangsikan hasil kemampuan KPU. Ia mencuitkan berita terkait angka Situng KPU yg dimaksud ganjil.

“Angka di Situng dipandang ganjil, ahli IT dari IPB menganjurkan audit mode IT KPU. Buat legitimasi Pemilu & hasilnya, semestinya KPU lekas undang banyak ahli mandiri & dengan terbuka lakukan tuntutan lama banyak pihak buat audit forensik mode IT KPU.”

Perihal mirip dijalankan politikus Partai Gerindra, Fadli Zon lewat account twitternya @fadlizon. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu me-retweet berita Situng KPU yg meraih kemenangan pasangan calon presiden-wakil presiden 02. Meski sebenarnya awal mulanya, Fadli tegas menjelaskan hasil Situng KPU tidak bisa jadikan panutan.

“Saya tetap menyangsikan lantaran saat ini sistemnya bertahap dong. Manual bertahap. Coba diinformasikan manual bertahap lantaran yg dihitung kan manual bertahap itu kan tidak difungsikan. Ya kan,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4).

Fadli memaparkan, berdasar pada undang-undang kalkulasi nada mesti dijalankan dengan bertahap serta manual. Ditambah, Situng KPU sekarang dimaksud beberapa kesalahan input data.

“Undang-undang menyampaikan yg difungsikan yaitu mode manual jadi Situng (mode kabar kalkulasi nada) itu tidak difungsikan. Ditambah lagi Situng-nya kaya demikian. Telah benar-benar salah serta kesalahannya cukuplah fatal banyak kok. Input datanya salah, rumusnya dapat salah,” tegasnya.

About penulis